Senin, 22 Juni 2015

#ShoutYouth edisi 3 is out!!!





Berbicara tentang masalah perjalanan kita menuju masa depan, sesuai dengan apa yang kita harapkan. Tentu kita paham bahwa letaknya ada pada dua tempat yaitu, mimpi besar dan kecil. Seiring dengan berkembangnya usia, diri kita pun mengalami perkembangan dalam hal pola pikir yang akhirnya membentuk kita menjadi lebih dewasa dan bijak.

Sadarkah kita, bahwa pendewasaan diri itu terjadi secara bertahap dan perlahan-lahan. Kita mulai mempelajari tentang apa saja yang terjadi dengan belajar mengambil hikmah tanpa membiarkan banyak hal berlalu begitu saja tanpa pelajaran. “Kita belajar dari apa pun demi masa depan.” Terdengar biasa saja, namun kunci dari tema yang kita angkat adalah untuk memberikan semangat yang besar kepada siapa pun dan di mana pun agar senantiasa selalu berjuang bagaimana pun kerasnya dunia mencoba untuk menggugurkanmu.

Pernahkah kalian mendengar, bahwa “Segala kejadian dalam hidup, membuat seseorang menjadi lebih kuat?” Kita tidak pernah tahu kapan orang berubah karena hati dan sifat mereka ibarat cuaca, yang tidak menentu. Atau kita tidak pernah bisa menebak dengan pasti, tegas dan jelas, tentang bagaimana kepribadian seseorang itu secara harfiah.

Sering kita jumpai, banyak orang yang mencibir orang lain yang ketika melalui media sosial mungkin atau ketika chat justru lebih cerewet ketimbang aslinya. Seperti muncul sindiran, “Hanya berani ngomong doang! Nyatanya? Dia gak lebih dari seseorang yang gak tahu apa-apa.”

Lucu. Tetapi sedikit mengiris. Apakah kita sadar bahwa terkadang kita bisa saja melukai perasaan orang lain yang nyatanya tidak pernah melukai hati kita? Hanya karena hal semacam itu, yang secara garis besar sebenarnya tidak begitu berpengaruh terhadap diri kita dan hidup kita. Secara tidak langsung, ketika kita mencibir mereka, terlihat jelas bahwa kita takut orang-orang semacam mereka mengungguli diri kita. Manusia, tidak sadar ucapan mereka biasanya sedikit terbawa kesombongan.

Nyatanya, pernahkah kita menyimak tentang introvert dan ekstrovert? Dunia terlalu kejam menghakimi orang-orang introvert dan merasa orang-orang ekstrovert lebih baik di atas segalanya. Padahal, kita sudah cukup dewasa untuk memahami orang lain. Salah satunya adalah tentang hak berbicara. Tidak semua orang bisa kita paksa untuk menjadi seperti diri kita.

Si A mungkin lebih banyak bercerita melalui media sosial lewat berbagai huruf, tulisan dan kata. Tetapi begitu dijumpai, dia lebih banyak diam dan menutup diri. Apa yang kita tahu tentang si A, selain namanya dan rupa wujudnya? Apakah kita pernah belajar untuk tahu sekiranya mungkin saja tentang latar belakangnya atau mungkin saja kejadian yang membuat seseorang menutup diri? Atau mungkin dia mengidap trauma?
Semakin tinggi seseorang menanjak, semakin ia merasa dirinya adalah sesuatu yang lebih di atas segalanya. Pernah kita melihat beberapa orang-orang sosial yang nyatanya hobi membantu di mana-mana kepada mereka-mereka yang membutuhkan bantuan. Betapa mulianya. Namun, seketika image mereka rapuh begitu saja, hanya karena mereka berubah menjadi orang yang berbeda yang mengetawakan orang lain. Tahukah? Apakah orang sosial memang semacam itu? Sosial berarti kebaikan dan kebaikan bukan berarti menyakiti hati orang lain.

Kita mungkin tidak sadar kalau sesungguhnya setiap orang punya sisi introvert dan ekstrovert dalam jumlah kadar yang berbeda-beda. Hanya karena orang-orang introvert tidak banyak bicara lantas dunia selalu menghakimi mereka, dengan mengatakan mereka adalah orang yang tidak bisa bicara. Nyatanya, tanpa sadar, justru dunia banyak mencetak banyak orang-orang introvert yang hebat. Kita pun tidak pernah sadar pernah dibantu oleh mereka atau bahkan pernah bergantung pada mereka. Ya, apalah gunanya tolong-menolong. Hanya karena mereka tak sesuai dengan apa yang kita harapkan atau tak seperti diri kita, semuanya sirna begitu saja.

Introvert adalah karakter atau kepribadian yang lebih bersifat individu di mana orang tersebut lebih tertutup atau pendiam. Berbeda halnya dengan para ekstrovert yang menyukai keramaian, para introvert lebih sering disebut sebagai seorang pemalu dan penyendiri. Padahal persepsi itu sebenarnya tidaklah benar. Ahli kepribadian mengungkapkan bahwa introvert dan ekstrovert adalah sama, hanya saja introvert tidak suka banyak bicara dan sering membutuhkan waktunya sendiri. Mereka lebih jelas dalam berbuat ketimbang berbicara tanpa tindakan.

COURTENEY COX
Artis wanita yang terkenal yang juga berprofesi sebagai produser, dan direktur asal Amerika yang terkenal berkat aktingnya di film-film seperti Gale Wearhers, Friends, dan Scream. Yang bercerai dengan suaminya David Arquitte, karena sifatnya yang introvert dan bertolak belakang dengan kepribadian suaminya. Ketika suamiya suka bersenang-senang dan bepergian, justru Cox lebih senang untuk berdiam diri, menhabiskan waktunya di rumah.

LAURA BUSH
Merupakan istri dari presiden Amerika ke-43. Ia adalah seorang introvert. Laura Bush merupakan salah satu contoh bahwa seorang introvert tidak selalu berarti pemalu. Ketika dirinya harus menucapkan pidatonya, para media terkesan karena ia mampu berbicara dengan sangat efektif.

MAHATMA GANDHI
Pemimpin nasionalisme India yang membawa kemerdekaan India serta menjadi inspirasi dari pergerakan hal dan kebebasan sipil di seluruh dunia. Gandhi menjadi contoh, bahwa tidak perlu menjadi seorang ekstrovert untuk bisa memimpin orang-orang. Gandhi pernah mengatakan, “Dengan cara yang lembut, anda dapat menggoyahkan dunia.”

CHRISTINA  AGUILERA
Christina Maria Aguilera atau singkatnya Christina Aguilera mungkin seorang bintang pop, produser lagu, penulis lagu dan artis yang terlihat sebagai seorang ekstrovert di panggung, tapi pada kehidupan nyatanya ia benar-benar berlawanan. Keberhasilannya di dunia dengan menjadi salah satu bintang yang masuk dalam daftar panjang artis terbaik Hollywood.

WARREN BUFFET
Warren Edward Buffett, adalah investor, triliuner dan dermawan asal Amerika yang kekayaanya pada tahun 2013 masuk sebagai orang ke-4 terkaya di dunia. Bagi Anda yang tidak tahu, Warren Buffett mendapatkan kekayaan dari kepemilikan saham dan jabatannya di Berkshire Hathaway. Berkshire Hathaway sendiri adalah perusahaan konglomerat multionasional yang berjalan dalam bidang investasi dan ansuransi, dimana beberapa investasinya ada di IBM, coca-cola, American Express dan banyak lainnya.

Warren Buffet sendiri dideskripsikan sebagai seseorang yang penuh dengan karakter introvert, hanya saja ia mampu memanfaatkan karakternya ini dengan sangat baik melalui ketekunan, pemikiran bijaksana dan tahu kapan ia harus bertindak. Kepribadian introvert inilah yang menjadi kelebihannya, di saat orang lain tidak dapat berpikir jernih, ia selalu berpikir dengan hati-hati.
Buffet sendiri mengatakan:
"untuk menjadi sukses dalam investasi, tidak ada hubungan dengan IQ, yang diperlukan adalah kepintaran umum dengan temperamen yang baik untuk mengaturnya.”

BILL GATES
Seorang penulis dan ahli kepribadian introvert, Susan Cain, mendeskripsikan co-founder dan chairman Microsoft, yakni Bill Gates ini sebagai seseorang yang introvert. Ia mengatakan seberapa tinggipun Bill Gates mengasah kemampuan sosialnya, ia tidak pernah akan menjadi Bill Clinton (politikus dan presiden Amerika ke-42) dan berlaku sebaliknya seberapa jauhpun Bill Clinton mengasah kemampuan komputernya, ia tidak pernah akan menjadi Bill Gates. Walaupun begitu, Bill Gates dapat menjadi orang terkaya ke-2 di dunia pada tahun 2013 ini.

Ia juga mengatakan bahwa Bill Gates adalah contoh seseorang yang introvert tapi bukanlah pemalu. Ia hanyalah seseorang yang tidak banyak berbicara dan suka membaca, tapi juga kokoh dengan kepribadiannya. Ia merupakan salah satu contoh terbaik bagaimana seorang introvert dapat mencapai kesuksesan yang luar biasa. Jika kita menyebut nama Microsoft maka Bill Gates dapat disebut sebagai lambang dari Microsoft.

Kepribadian seseorang tidak dapat kita pelajari sekilas. Mereka adalah orang-orang sukses yang mengubah hidup mereka dari sesuatu yang keras menjadi lebih baik. Bila kita simak dengan baik, kita akan mengerti, bahwa kepribadian seseorang itu kuat dari perjalanan hidup yang mereka alami. Entah mereka mau jadi pendiam atau yang cerewet sekali pun bukanlah hak kita untuk memaksa mereka menjadi orang lain kecuali menjadi diri sendiri. Karena setiap orang berjuang untuk hidup mereka masing-masing dan perjalanan itu menuju impian dan hidup yang lebih baik di masa depan.

NK


Sabtu, 06 Juni 2015

LOOP KEPO -Creative project With Sacha Stevenson on Digital Video

Hi!

Yuk kita jumpa Sacha Stevenson di sesi Digital Video. Ada apa sih yang disuguhkan Sacha selaku seorang penikmat YouTube?

Sebelum kita jauh melangkah, ada baiknya kita kenalan dulu ya sama kakak satu ini. Soalnya kan memang kita belum banyak yang tahu. Tak kenal maka tak sayang. Tapi jangan asal sayang sama Sacha ya, soalnya dia udah nikah dan udah punya suami. Hehe.


Nama Lengkap: Sacha Stevenson
Nama samaran: Sasa Seno
Lahir: Halifax, Kanada, 21 Januari 1982 
Pekerjaan: Video blogger (vlogger) 
Hobi: Membaca, menyanyi, bersepatu roda, Jalan-Jalan

Sacha Stevenson, adalah seorang dokumentalis perilaku lucu orang Indonesia. 

Kita selaku orang Indonesia, harus siap
menerima sentilan perempuan Kanada bernama Sacha Stevenson. Lewat serenceng aksinya yang diunggah ke situs video Youtube.

Bagi mereka yang tak tahan kritik, kreativitas dimaknai sebagai penghinaan vulgar. Bayangkan, seorang ”bule” mengungkap perilaku lucu orang Indonesia dan disebar ke seluruh dunia. 

Namun, bagi mereka yang menganggap video sebagai kerja seni dan kreativitas,
sentilan Sacha lewat sekuel How to Act Indonesian merasa asyik-asyik saja. Justru lewat ”gerundelan” gambar bergeraknya di Youtube, ia memotret betapa lucu perilaku orang Indonesia, bahkan tanpa mereka sadari. 

Sacha memanfaatkan media sosial YouTube untuk berkreasi dengan mengangkat kebiasaan orang Indonesia dalam sisi positif maupun sisi negatif yang dibawa ke arah sisi positif. Tujuannya adalah selain sebagai hiburan juga sebagai ilmu bagi mereka-mereka yang belum mengenal Indonesia agar lebih tahu tentang budaya dan kebiasaan orang-orang Indonesia tentunya.

"Menjadi seorang video blogger itu asik banget. Karena memanfaatkan YouTube kita bisa bekerja tanpa perlu dikekang oleh bos." ujarnya ketika ditanyai oleh tim ShoutYouth usai acara LOOP KEPO.

Tidak hanya Sacha, ada banyak orang lain di dunia maya media sosial YouTube yang memanfaatkan penyebaran ilmu semacam ini dengan menggunakan pendekatan melalui sensasi kocak.

Bisa kamu nikmati pula di YouTube ya.

Ketika di jaman teknologi semacam ini marak dengan berbagai macam penyebaran video porno atau tindak asusila dan kekerasan. Baik yang dilakukan oleh anak-anak remaja, maupun dewasa, masih banyak pula orang yang memanfaatkan jejaring sosial YouTube ke arah yang lebih positif. Bukankah akan lebih baik bila media sosial itu digunakan untuk hal-hal yang berguna dan bermanfaat bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.

Berikut adalah beberapa pesan-pesan dalam video di Channel YouTube milik SasaSeno.

Di Indonesia itu: Blackberry, handphone sejuta umat

Dulu, Nokia pernah mendapat gelar handphone sejuta umat di Indonesia. Kini posisinya digeser oleh Blackberry. Dan katanya sih nggak gaul kalau belum punya BB. 

Saking melekatnya penilaian orang terhadap hal itu, banyak orang yang berjuang mati-matian demi memiliki Blackberry, bahkan berkorban banyak hal. Mulai dari mengorbankan uang jajan, mengorbankan uang makan, dan lain sebagainya. Pokoknya, harus punya Blackberry!

Di Indonesia itu: Suka Menawarkan minuman pada tamu

Beda negara, beda pula budayanya. Bila di negara barat tidak semua tamu disuguhi minuman, maka di Indonesia tamu akan selalu disuguhi oleh minuman. 

Kalau tidak disuguhi, katanya yang empunya rumah pelit atau tidak menghendaki kedatangannya.

Di Indonesia itu: kalau Melihat anjing....

Memang tidak semua orang gemar memelihara anjing. Tetapi, anehnya orang Indonesia kalau ketemu anjing seringkali memperlihatkan mimik yang 'aneh' dan berusaha mengusirnya dengan "sshhhh shhhh"

Di Indonesia itu: Orang-orang Suka bikin alasan kreatif

Orang Indonesia paling kreatif kalau berhubungan dengan kesalahan. Ia akan berusaha melakukan pembelaan paling keren agar bisa lepas dari 'hukuman'. 

Contohnya saja saat menerobos lampu merah. Pertama kali ditegur oleh polisi, umumnya para pengendara akan berpura-pura tidak tahu kalau ia menerobos lampu merah.

Di Indonesia itu: Suka Bersih-bersih

Orang Indonesia punya kebiasaan bersih- bersih setiap hari. Mereka akan mengumpulkan sampah dan membuangnya ke....... ke sungai, ke tanah kosong, ke selokan, ke jalan. 

Di Indonesia itu: Uang kembalian adalah barang langka

Kebiasaan buruk yang disepelekan adalah mencuri lewat uang kembalian. 

Saat tidak ada uang receh, uang kembalian biasanya akan dirupakan sebagai permen, atau dengan enteng dikatakan "beberapa ratusnya nggak ada, nggak apa-apa ya..."

Di Indonesia itu: Anak-anak kecil doyan merokok

Anak-anak kecil di Indonesia tidak takut merokok. Banyak yang punya kebiasaan merokok sejak kecil. 

Mengapa? 

orang tua sudah memperkenalkan rokok pada anak- anak sejak dini. Entah itu merokok di depan anak-anak, atau menyuruh mereka membelikan rokok, sehingga anak-anak berpikir bahwa rokok adalah hal yang biasa dan baik.

Nah, dari beberapa contoh rangkuman video di atas kita dapat menarik kesimpulan kalau, orang lain sedang menilai apa yang sedang terjadi dan apa yang menjadi kebiasaan kita di negeri ini kan gays..

Inilah kreativitas dunia video di era digital. Memanfaatkan untuk hal baik semacam Sacha tentu memberikan pesan dan PR untuk kita selaku warga negara Indonesia agar berperilaku yang lebih baik lagi dan mengubah setiap perilaku yang tidak sesuai pada tempatnya.

--------------------------------------------

[Ayu - diksigalery ]

Kamis, 04 Juni 2015

LOOP KEPO -Creative project With Pandji Pragiwaksono on Digital Writing

Halo!

Tentu kamu masih ingat dengan ajang seru kreatif yang diadakan oleh Telkomsel pada tanggal 24 Mei yang lalu bukan? Beruntung, kota Palu menjadi salah satu kota yang dijamah oleh ajang kreatif bergengsi satu ini.



Nah, kali ini kita akan berbagi info-info menarik seputar kegiatan di acara LOOP KEPO ya. Siap untuk menyimak? Yuk, kencang kan sabuk pengamanmu sebelum kita meluncur.

Di samping mengadakan kegiatan workshop, dan hiburan di LOOP KEPO juga diramaikan oleh anak-anak dari Milanisti Palu, Anime lovers custom cosplay, dancer & B-Boy, pecinta fotografi instanusantara dan sejumlah anak muda hipster dan gaul kota tentunya.

Dengan mentor yang keren dan seru pastinya, yaitu; Pandji Pragiwaksono di bagian digital writing, Sacha Stevenson di bagian digital video dan GAC "Gamaliel Audrey Cantika" di bagian digital music.

Acara LOOP KEPO dimentori oleh enam orang mentor yang luar biasa. Selain ketiga orang di atas yang merupakan jatah kota kita, ada pula Arief Muhammad "Poconggg" di bagian Digital Writing, Raditya Dika di bagian Digital Video dan Ran di Digital music.

Nah, yuk kita simak ada apa saja sih yang kamu dapat dari kegiatan workshop itu. Yuuuuuk~

DIGITAL WRITING PROJECT with PANDJI PRAGIWAKSONO



Bagaimana sih cara menjadi penulis kreatif?

Pandji berbagi kisah kala itu. Di ruangan yang berukuran tak besar, digandrungi oleh sekian banyak anak-anak muda yang gelut di bidang tulis menulis dan para KOMIK, Ia berbagi kisah tentang perjalanannya sebagai seorang penulis yang multitalenta.

Tak hanya bisa berkarya lewat tulisan, Pandji juga lihat dalam berkarya melalui media video, musik, dan desain komik. Ayah dari Dipo ini punya warna sendiri dalam mengekspresikan karyanya, di mana Ia tidak mengesampingkan Indonesia yang melekat pada dirinya sebagai warga negara tanah air.

Ia menulis, lalu mempublikasikannya melalui media digital dan dengan langkah awal memberikan ebook secara gratis kepada konsumen.

Dibalut dengan usaha keras promosi, dan juga pemberitahuan ke sana sini, akhirnya usahanya membuahkan hasil. Buku NATIONAL IS ME terjual 12 sampai 15 ribu ebook dalam jangka waktu sebulan. Waaaah... Tahukah resep rahasianya apa?

"Semangat berbagi adalah yang utama.." Ucapnya kala itu.

Banyak orang menulis dengan tujuan masing-masing. Di samping menghasilkan karya, ada pula yang ingin kaya dari penghasilan karyanya. Akan tetapi, bagi Pandji Ia lebih mengedepankan berbagi dalam karyanya. Prinsipnya adalah; berbagi hari ini, menuai di kemudian hari.

Terbukti, dari besarnya antusias peminat buku yang Ia tulis menarik penerbit bentang pustaka untuk memberikan tawaran mencetak buku Pandji. Dan tahukah apa kata Bang Pandji?

"Jangan takut berbagi karena takut miskin dan tak menghasilkan apa pun. Berkaryalah! Dan buatlah penerbit yang menemukanmu...."

INDIEPRENEUR adalah buku yang bercerita tentang usaha yang dibuat secara individual dengan memanfaatkan bakat dan mengolahnya bersama kreasi dalam kreativitas.

H2O adalah majalah komik yang diterbitkan secara digital untuk menyalurkan bakatnya dalam mendesain dan membuat komik. H2O ini terinspirasi dari kisah Ramayana versi kekinian (red: masa kini).

Dalam dunia musik, Ia memadukannya dengan tulisannya sehingga membentuk sepaket karya. Dimulai di tahun 2008, dengan mengangkat konsep seputar politik, semangat kebangsaan, dan kehidupan pribadi (red: keseharian). Dan tepat di tahun 2010, album MERDESA - dalam waktu 10 hari berhasil meraup keuntungan sebesar 100 juta.

Tentu banyak yang menyanjungnya karena usaha kerasnya yang luar biasa. Akan Tetapi, Pandji berpesan kepada kita, melalui pesan yang selalu Ia ingat ketika dituturkan ayahnya tempo hari, "Jangan pernah merasa sampai, karena nanti kamu akan berhenti.." Dan Pandji mengakui bahwa Ia masih ingin bergerak maju dan masih banyak hal yang ingin Ia lakukan dan ingin Ia capai.

Lantas, bagaimana cara menyebar daya tarik yang kuat dalam diri untuk berkomitmen dan tetap menjadi produktif dalam menggapai impian dan membuat karya itu?

SEDIKIT LEBIH BEDA, LEBIH BAIK DARIPADA SEDIKIT LEBIH BAIK.

Terkadang, kita bertanya kenapa sih naskah kita sering ditolak atau bagaimana sih menghasilkan sebuah karya yang baik? Hal ini berkecamuk, membuat kita dilema. Pikiran kita yang terantuk ingin menghasilkan karya yang luar biasa membuat kita melukis sekat yang tanpa sadar memulai titik hambata kita untuk melakukan sesuatu.

Padahal, kita bisa memulai. Dengan cara membuat sesuatu yang tidak biasa, tidak mempunyai kesamaan dengan cerita yang sudah-sudah, atau merangkai tulisan/karya yang berbeda dari yang telah ada. 

Menjadi berbeda adalah menjadi diri sendiri.

Kita mungkin banyak berkelana menjelajah satu buku ke buku lain untuk mendapatkan inspirasi dan menggali kemampuan cakap dalam kata. Dan tanpa sadar, kita sering terpengaruh dari para penulis yang sudah ada. Tahukah kita, bahwa memulai sesuatu yang berbeda dengan bekal dari kemampuan diri sendiri akan melahirkan identitas diri dan ciri khas kita di khalayak orang banyak penikmat karya?

Kita sering sekali, bermasalah karena kita takut jelek, dan takut salah. Padahal karena sesuatu yang kita takuti itulah kita banyak merajut ilmu untuk belajar akan banyak hal baru yang membimbing kita menjadi lebih baik. 

Pandji menjelaskan bahwa Raditya Dika pernah mengatakan, kalau membaca atau mempelajari sesuatu kita bisa mengambil dari hasil karya orang lain tersebut. Tetapi, dari hasil karya itu, janganlah mengikutinya, Tetapi merenovasinya menjadi sesuatu yang baru yang menjadikan identitas untuk diri kita yang baru.

Kunci sukses tidak hanya didapat dari ilmu yang sudah ada. Tetapi sukses juga membutuhkan pelajaran melalui ilmu yang didapat dari orang lain.

"MULAI AJA DULU!"

Tentu saja, semua impian kita, cita-cita kita atau apa pun tidak akan terwujud secara nyata bila kita hanya terus-terusan tenggelam dalam kata-kata tanpa memberikan aksi.

Patri dalam hati, "Kalau saya tidak mulai sekarang, kapan saya selesai? Kalau saya tidak mulai sekarang, yakin ide saya tidak akan direbut orang? Kalau saya tidak mulai sekarang, akankah mimpi saya terwujud?"

KUNCI DARI BERKARYA ADALAH BERTUMBUH

Jangan pernah takut karya kamu jelek. Yang penting adalah kamu mau memulai dan akhirnya karya kamu ada. Karya pertama gak selalu harus luar biasa.

Ya, karena kunci dari berkarya adalah bertumbuh. Mau jelek atau kurang bagus itu bukanlah menjadi penghalang kamu untuk merendahkan diri dan tidak merasa pantas.

Banyak orang yang suka mencemooh, seperti; "Apa sih? Karya apa itu? Pikirnya bagus? Jelek banget!"

Padahal dari karya kita yang jelek atau karya kita yang gagal kita belajar untuk menghasilkan/mengolah karya tersebut menjadi lebih baik.

Teruslah memandang ke depan sekalipun orang-orang sering mencibir yang macam-macam. Mereka yang gak suka sesungguhnya adalah mereka yang selalu memperhatikanmu. Kenapa? Tentu mereka tahu banyak hal tentangmu sampai repot-repot mencari celah untuk dikritik habis-habiskan. Iya gak?

Yakinlah bahwa sukses itu selalu butuh proses. Seperti Pandji yang terus percaya bahwa selalu ada jalan untuk melangkah maju sekalipun kau merasa takut dan tak mampu. Karena keinginan buat sukses lebih besar daripada ketertakutan akan gagal, maka Ia membuktikan bahwa dirinya bisa.

"Hidup yang terlalu Instan, membuat dia (red: orang yang suka mencari kejelekan orang lain) tidak mengerti proses.

"BALAS DENGAN KARYA. SUPAYA KELIHATAN YANG BISA CUMAN NGOMONG DOANG!"

BANYAK MENULIS = BANYAK MEMBACA

Jangan pernah merasa jago dalam menulis kalau kamu lemah membaca. Menulis itu rumusnya tak lekang dari membaca.

Bila kau menulis 3 jam dalam sehari, maka pastikan kau membaca 6 jam dalam sehari.

Ibarat cinta, laki-laki dan perempuan saring berketergantungan. Begitu pun menulis dan membaca. Mereka tak terpisahkan.

Untuk menghasilkan karya tulis yang bagus, jelajahi aneka tulisan dari beragam penulis dengan genre yang macam-macam. Yakinlah, dari hasil karya tulis orang lain membangun dirimu untuk menciptakan karya baru yang orisinal khas milikmu sendiri.

Karena membaca, melatihmu untuk menemukan jati dirimu yang sebenarnya di dalam karya yang akan kamu ciptakan.

DISIPLIN TIDAK MENGEKANG, JUSTRU MEMBEBASKAN

Jadikan deadline bukan sebagai sesuatu yang mengekang, melainkan deadline sebagai sebuah kebiasaan/pola hidup. Sehingga ketika mendekati waktunya, kita tidak merasa terhimpit. Melainkan, merasa bahwa deadline adalah sesuatu yang kita nantikan.

Banyak penulis yang menjadikan deadline sebagai teman mereka. Hasilnya, karya mereka ada, selesai dan dalam tenggat waktu sesuai target. Walau pun kadang ada juga yang lebih seminggu atau beberapa hari.

Nyatanya, waktu yang produktif itu harus dijadikan komitmen hidup. Dilakukan dalam kesenangan dan bukan dijadikan beban.

Raditya Dika, Dewi Lestari, dan sederet orang yang berhasil lainnya, tentu tidak berusaha secara instan. Butuh waktu hingga masa kejayaan mereka mencapai puncaknya. Hasilnya, mereka terkenal hari ini karena mereka produktif dan disiplin terhadap waktu yang mereka senangi untuk bergelut dengan karya mereka di tempo dulu.

Sebanding, kan?


--------------------------------------------
[ NK- diksigalery ]